FERGIODETA

Archive for Agustus 7th, 2010

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). [1]

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Pengolahan limbah

Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:

1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
2. pengolahan menurut karakteristik limbah

Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya. [1]

1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus. [1]
2. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK.[1]
3. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan sementara (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang.[1]
4. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah.[1]
5. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan.[1]
Karakteristik Limbah

1. Berukuran mikro
2. Dinamis
3. Berdampak luas (penyebarannya)
4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)

Iklan


Sebelum disalurkan ke pesawat udara, kegiatan penerimaan, penyimpanan dan penanganan produk dilakukan dengan mengacu prosedur pengendalian mutu untuk setiap jalur distribusi. Produk harus memiliki dokumen Certificate of Quality (COQ) dari kilang sebelum diterima di dalam tanki intermediate depot atau DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara). Dokumen ini untuk memastikan produk yang diterima telah memenuhi spesifikasi (lihat AVTUR atau AVGAS atau METHANOL MIXTURE). Secara umum pengendalian mutu produk pada saat penerimaan dilakukan dengan visual check sebelum dan selama pembongkaran (dari tanker atau mobil bridger). Setelah produk diterima di dalam tanki, dilakukan lagi uji resertifikasi melalui pemeriksaan di laboratorium.

Selama penyimpanan, kegiatan pengendalian mutu tidak berhenti dilakukan, proses tersebut berjalan terus menerus dan dilakukan oleh personil yang kompeten serta menggunakan metode dan alat yang memenuhi standar. Penurasan, visual check, dan uji sampling adalah contoh kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengendalian mutu produk bahan bakar penerbangan.

Begitupun saat kegiatan pengiriman produk ke sistem hydrant atau bridger hingga penyaluran produk ke pesawat udara, prosedur visual check, penurasan dan tingkat kebersihan produk sebagai kegiatan pengendalian mutu terus dilakukan. Untuk memastikan bahwa produk yang akan disalurkan ke tanki pesawat udara tidak mengandung air melebihi kadar yang diizinkan (max 30 ppm/30 bagian dalam sejuta), sebelum pengisian petugas Kami selalu melakukan Clear & Bright test menggunakan SWD (Shell Water Detector) yang disaksikan dan disetujui oleh petugas/teknisi Airlines.
Peralatan utama Kami untuk mencegah kotoran padat dan air melewati antar tahapan di dalam sistem distribusi adalah penggunaan filter. Setiap tahapan di saluran distribusi memiliki sistem filtrasi tersendiri. Kami menggunakan vessel dan elemen filter yang standar digunakan untuk penanganan produk bahan bakar penerbangan, yaitu:

1. Filter water/separator, digunakan pada jalur penerimaan produk yang akan masuk ke dalam tanki penyimpanan dan jalur penyaluran berikutnya ke system hydrant, mobil tanki atau refueler. Filter tersebut
berfungsi untuk memisahkan air dari produk dan menyaring kotoran padat.
2. Micro filter, adalah sebuah ”pre-filter” sebelum filter water/separator pada saat penerimaan dan ber –
fungsi untuk menyaring kotoran padat.
3. Filter Monitor, digunakan pada alat penyaluran produk ke dalam tanki pesawat udara yakni refueler dan
hydrant dispenser. Filter ini berfungsi sebagai penyaring akhir khususnya kandungan air pada nozzle
pengisian.

Semua filter dan peralatan di atas dirawat dengan prosedur, alat dan fasilitas yang berstandar internasional dan dilakukan oleh personil yang kompeten. DPPU Kami selalu diaudit secara berkala baik oleh pihak internal maupun independen, termasuk Airlines sebagai pelanggan. Semua yang Kami lakukan adalah dalam rangka memberikan komitmen Kami untuk ”Serve for Safe Flight”.

Kecap SukaSari

Kecap adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai atau kedelai hitam. Namun adapula kecap yang dibuat dari bahan dasar air kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap manis biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga dapat dibuat dari ampas padat dari pembuatan tahu.
Kata “kecap”, diduga diambil dari bahasa Amoy kôechiap atau kê-tsiap.

Pembuatan kecap
Secara umum, kecap dapat dibuat atau diproduksi dalam usaha skala kecil atau menengah bahkan rumah tangga. Namun demikian masing masing industri kecap memiliki “bumbu rahasia” atau resep khusus sehingga rasa kecap yang dihasilkannya memiliki nilai lebih (“lebih enak”) dibandingkan dengan yang lain.

Mula-mula kedelai difermentasi oleh kapang Aspergillus sp. dan Rhizopus sp. menjadi semacam tempe kedelai. Kemudian “tempe” ini dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam. Garam merupakan senyawa yang selektif terhadap pertumbuhan mikroba. Hanya mikroba tahan garam saja yang tumbuh pada rendaman kedelai tersebut. Mikroba yang tumbuh pada rendaman kedelai pada umumnya dari jenis khamir dan bakteri tahan garam, seperti khamir Zygosaccharomyces dan bakteri susu Lactobacillus. Mikroba ini merombak protein menjadi asam-asam amino dan komponen rasa dan aroma, serta menghasilkan asam. Fermentasi terjadi jika kadar garam cukup tinggi, yaitu antara 15 sampai 20%.

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah kedelai, garam, dan laru tempe. Kedelai direndam dalam air selama 12 jam, digiling, dan direbus selama 60 menit, ditaburi laru tempe, dijemur 5 hari. Air perebus dicampur garam, dan biji tempe dimasukkan. Setelah fermentasi selesai, saluran di bagian dasar wadah dibuka, dan cairan yang keluar ditampung. Cairan ini disebut sebagai kecap nomor 1.


calendar

Agustus 2010
S S R K J S M
« Mei   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

your avatar

what you interested?

Iklan